Ingin Jadikan Heritage Lokasi Hangout

Ketika anak muda sibuk hangout ke mall, Rizky Syahfitri Nasution justru tidak begitu tertarik ikut-ikutan. Gadis 26 tahun ini malah membentuk Komunitas Medan Heritage Tour pada 31 Agustus 2013, bersama seorang temannya, Irvan Deriza. Komunitas ini bertujuan mengenalkan berbagai heritage (warisan sejarah) di Sumatera Utara (Sumut) dan Medan kepada kalangan anak muda.

Keinginan itu tercetus ketika dia menjadi relawan di Badan Warisan Sumatera (BWS). Waktu itu dia diajak kakaknya ke kantor yang fokus mempertahankan berbagai warisan sejarah di Sumatera. Dari sana, dia mulai mencar tahu segala seluk-beluk mengenai berbagai heritage yang ada di daerah ini. tapi ternyata dia tak puas sampai di situ saja.

Dia malah menginginkan pemahamannya tersebut tertular kepada orang lain. Keinginan itu semakin kuat setelah dia melakukan survey kecil-kecilan dan ternyata masih sangat sedikit masyarakat, khususnya kalangan muda, yang mengetahui tentang heritage.

“Saya pernah bertanya ke sekitar 20 orang mengenai heritage, hampir semuanya menjawab bangunan tua. Itu menunjukkan pemahaman masyarakat masih sangat minim karena heritage tidak hanya berkaitan dengan bangunan tua, tetapi berbagai peninggalan sejarah baik tampak maupun tidak tampak,” katanya kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.

Dengan minimnya pemahaman itu, mahasiswi Magister Sains Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) menilai tak heran isu pelestarian warisan tidak menarik bagi masyarakat. Karena itu, dia ingin mengubah paradigma tersebut dengan terus mengenalkan berbagai warisan yang ada. adapun cara yang dipilih adalah dengan cara tour. “Kenapa memilih cari tour? Supaya lebih menarik. Sebab, sejarah itu berat, jadi harus disampaikan dengan ringan dan semenarik mungkin. Selain itu, tour juga berarti berpindah-pindah, jadi bukan hanya satu heritage tetapi juga banyak lainnya yang dikenalkan kepada masyarakat,” ungkap warga Jalan Kutilang, Sei Sikambing, Medan ini.

Dengan cara ini, dia berharap ada perubahan paradigma masyarakat dan menjadikan segala sesuatu berkaitan dengan heritage, menarik. Bahkan, mungkin bisa memindahkan tempat hangout dari pusat perbelanjaan ke salah satu lokasi peninggalan sejarah. ‘Seperti di kawasan Kesawan, banyak peninggalan bangunan tua yang bisa kita ketahui. Kalau anak muda banyak main ke kesawan itu saat libur, tentu lama-kelamaan akan timbul keinginan mencari tahu dan akhirnya mencintai sehingga mau melestarikan,” ucapnya.

Pentingnya menjaga heritage karena menunjukkan identitas suatu daerah. Bahkan, Ibu Kota Negara saja memiliki Kota Tua, satu kawasan dengan berbagai bangunan tua yang menjadi salah satu tempat untuk mengisi waktu libur ketika akhir pekan. Begitu juga dengan Bandung dan Yogyakarta yang mempertahankan berbagai peninggalan sejarahnya entah itu bangunan tua, tarian, alat music, dan lainnya yang mampu menarik wisatawan datang ke daerah itu tiap tahun.

“Kenapa Medan tidak bisa seperti itu? Ketika Jakarta sebagai kota metropolitan saja punya kawasan heritage dengan Kota Tua. Padahal, kota ini memiliki banyak peninggalan sejarah khususnya bangunan tua di Jalan Kesawan, sepanjang Jalan Ahmad Yani dan beberapa lainnya,” kata anak keenam dari enam bersaudara ini.

Pada peringatan satu tahun Medan Heritage Tour nanti, dia bersama teman-temannya berencana menggelar beberapa kegiatan, seperti berkunjung ke berbagai situs sejarah dan menggelar perlombaan yang tentunya diadakan tidak jauh-jauh dari peristiwa sejarah  supaya masyarakat, khususnya anak muda lebih dekat dengan sejarah kota ini.

Medan Harritage

4 thoughts on “Medan Harritage

  • March 9, 2021 at 4:27 pm
    Permalink

    Iya nih, anak muda sekarang lebih sering jalan ke pusat perbelanjaan dan minim pengetahuan tentang heritage. Semoga kedepannya, lebih banyak anak muda yg dapat bisa melestarikan kebudayaan.

    Reply
  • March 9, 2021 at 5:20 pm
    Permalink

    Keren, semoga komunitas ini langgeng dan makin solid. Saat ini kebanyakan anak muda memang lebih suka keluyuran di tempat-tempat modern ketimbang menikmati suasana yang unik dan bersejarah.

    Reply
  • March 12, 2021 at 2:27 am
    Permalink

    Wah, keren banget kak. Emang bener sih, anak muda zaman now emang lebih suka hangout atau nongkrong di kafe yang kekinian

    Reply
  • March 12, 2021 at 2:57 am
    Permalink

    Keren sekali kak, menginisiasi Medan Heritage, kapan2 kalo aku main ke Medan pengen banget datang ke lkkasi wisata budaya dan heritagenya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *